Hasil penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menemukan ada 10 pegawai negeri sipil berusia muda yang memiliki rekening miliaran rupiah, jauh dari gaji dan pendapatan resminya.
Temuan ini telah dilaporkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso, sebagai pejabat baru di PPAT, dia sempat shock mendapati temuan rekening miliaran rupiah PNS berusia muda. "Saya pejabat baru di PPATK, baru sebulan saya menjabat dan dilantik Presiden, tapi saya shock setelah mengetahui hasil laporan korupsi," kata Agus di Jakarta, Selasa (8/12/2011).
Yang membuat shock, kata dia, pemilik rekening miliaran itu tidak hanya pejabat-pejabat senior, tetapi anak muda golongan III B yang memegang proyek miliaran rupiah. Menariknya, uang itu diputar ke rekening. Proyek fiktif dan menilep belasan miliar rupiah.
"Saya kira awalnya mereka bekerja buat atasan, ternyata tidak. Mereka bermain sendiri. Mereka masukkan ke (rekening) istrinya, lalu istrinya memecah ke anaknya usia lima bulan yang sudah diasuransi Rp 2 miliar, kemudian ke anaknya yang berusia lima tahun juga diasuransikan pendidikan sebesar Rp 5 miliar," kata Agus. Bukan hanya itu, uang itu juga dikirm ke ibu mertuanya.
Temuan mengejutkan PPATK lainnya, menurut Agus, adalah korupsi oleh PNS berusia muda ini tak hanya dilakukan oleh kaum pria. "Ini juga ada tiga anak perempuan menerima gratifikasi reguler sebanyak Rp 50 juta per bulan," kata Agus.
Showing posts with label Balak 12. Show all posts
Showing posts with label Balak 12. Show all posts
Hati-hati, Penipuan Dengan Modus Kena Tilang
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sedang melaksanakan 'Operasi Zebra' guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan disiplin lalulintas. Operasi tersebut berlangsung selama dua pekan, mulai dari 28 November hingga 11 Desember 2011.
Kegiatan razia ini ternyata dimanfaatkan pelaku penipuan untuk melancarkan aksi mereka. Salah satu korbannya adalah Evi (20), dia dihubungi seseorang yang mengaku sebagai temannya yang bernama Heru.
Heru mengaku sedang ditilang anggota Polantas Jakarta Selatan yang sedang melaksanakan razia di Fatmawati. Saat panik, Heru langsung menghubungi Evi, sekitar pukul 14.00 WIB.
"Teman saya bilang lagi ditilang, terus disuruh bayar tilangannya Rp350 ribu. Dia bilang tidak ada uang dengan jumah segitu makanya langsung menghubungi saya," kata Evi kepada wartawan, di Polres Jakarta Selatan, Selasa, 6 Desember 2011.
Guna menyakinkan Evi, Heru memberikan telepon kepada oknum polisi yang sedang menilangnya.
Nama oknum polisi itu versi para penipu ini adalah Brigadir Satu Bambang dan Brigadir Satu Budi. Tentu saja itu nama akal-akal jarinngan penipu ini.
Nama oknum polisi itu versi para penipu ini adalah Brigadir Satu Bambang dan Brigadir Satu Budi. Tentu saja itu nama akal-akal jarinngan penipu ini.
Oknum polisi itu menjelaskan duduk masalah kenapa temannya bisa ditilang. Evi berusaha berbicara kepada Heru tetapi kedua oknum polisi itu tidak mengizinkan, mereka meminta kepada Evie untuk mendatangi langsung kantor Polres Jakarta Selatan. Sebelum diminta datang ke Polres, Evi diminta mengirim bayaran tilang teman, melalui isi ulang pulsa sebesar Rp350 ribu, Rp200 ribu voucher dan Rp150 ribu bentuk elektrik.
Kapolri: Selidiki Penembakan Brimob di Papua

Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyambut kedatangan jenazah anggota Brimob yang tewas di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (4/12). Kapolri juga memberi penghormatan terakhir kepada Bripda Eko Apriansyah.
Kapolri menyatakan, pihaknya hingga kini masih menyelidiki tewasnya dua anggota Brimob di Papua. Termasuk mengumpulkan bukti-bukti dari lokasi kejadian. Polri juga menaikkan pangkat Eko Apriansyah satu tingkat lebih tinggi dari Bripda menjadi Briptu.
Setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah korban kemudian diterbangkan ke daerah asal di Palembang, Sumatra Selatan, untuk disemayamkan. Korban dimakamkan secara militer.
Truk Kontainer Lindas Pengendara Motor Hingga Tewas
Jakarta - Truk kontainer melindas pemotor, Romli (24), yang jatuh setelah menabrak trotoar di Jalan RE Martadita, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Romli tewas dan sang sopir truk sempat kabur. Saksi mata, Alexander Joshua (14), menceritakan Romli mengendarai motor Yamaha Mio berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Tanjung Priok."Dia sebelum tertabrak kontainer terlebih dahulu menabrak trotoar jalan dan tarjatuh," kata Alexander di lokasi kejadian, Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara . Lokasi tepatnya berada di depan PLTU Tanjung Priok, arah menuju Ancol. Saat Romli terjatuh tiba-tiba dari arah belakang sebuah truk kontainer bernopol B 9322 SU melindas Romli. "Bagian kepalanya terinjak truk kontainer itu dan langsung meninggal," ujar Alexander.
Menurut Alexander, Romli saat kejadian membawa sebuah karung yang berisi kerang. "Mobil truk yang menabrak terus kabur ke arah Ancol dan meninggalkan pemotor itu," kata Alexander.
Beruntung, truk yang dikendarai Aan Suhartono berhasil ditangkap petugas Satlantas Tanjung Priok di sekitar wilayah Kemayoran.
Aan kemudian digelandang untuk dimintai keterangan di Mapolres Jakarta Utara. Ia mengaku melarikan diri karena takut dihakimi massa setelah menabrak Romli. "Saya takut dipukuli warga di situ kalau langsung berhenti. Makanya saya lari," kata Aan.
Jenazah Romli dibawa ke RSCM untuk dilakukan otopsi
Istri Bakar Suami Gara-Gara Tak Balas SMS

Gara-gara jarang dibalas pesan singkat atau SMS, Lisa Kusumawati (36),nekat membakar suaminya, Tomi Zela (46).
Akibat ulahnya itu wanita yang kos di Jalan Dukuh Pakis VI-A, Surabaya, Jawa Timur, terpaksa berurusan dengan polisi.
Suami siri Lisa itu menderita luka bakar hingga 85 persen. Diduga perbuatan Lisa ini dipicu persoalan ekonomi.
Peristiwa pembakaran terjadi di rumah kos Lisa dan Tomi, Selasa (04/12/2011) dini hari. Saat itu Tomi yang baru saja pulang kerja terlibat pertengkaran dengan Lisa. Tak beberapa lama kemudian Tomi membuang botol pembersih dari dalam kamarnya. Rupanya hal ini membuat Lisa semakin marah.
Sembari menggendong anaknya, Anton (9 bln), Lisa keluar kos lalu membeli bensin dipinggir jalan. Sesampai di dalam kamar kos, Tomi yang mengetahui ulah istrinya merampas bensin. Naasnya, Lisa justru mengenggam erat botol bensin dan mengakibatkan bensin tumpah di baju Tomi. Kemudian, Lisa menyulutnya dengan korek api.
“Api yang menyala di tubuh korban mengakibatkan kulit luar korban menderita 85 persen terbakar. Korban dirawat di RSUD Dr. Soetomo,” kata Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Rakidi, Selasa (15/11/2011).
Aksi nekat sang istri Lisa karena kesal dengan sikap Tomi. Menurutnya Tomi kerap tak membalas sms dan saat ditelepon dijawab dengan ngelantur.
“Balasan SMS isinya ngelantur. Terus saya tanya dimana, kok ditelpon gak bisa. Dia jawab, kerja itu nggak ngurusi terima telpon terus. Lha terus kapan ada waktu saya bisa telpon,”kata Lisa.
Pelecehan Seks di Transjakarta Terjadi Lagi

Seorang siswi SMK di Jakarta mengalami tindakan pelecehan seksual di bus Transjakarta, rute Harmoni-PGC. Tersangka AF, 40, diduga menggerayangi tubuh FI, 15.
Darmanis Malisa, salah satu saksi, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi ketika bus melintas di Matraman menuju PGC. "Awalnya saya lihat tangan pelaku meraba bokong anak ini," ujar Darmanis.
Melihat tindakan tak senonoh, Darmanis langsung berteriak dan memegang tangan pelaku yang posisinya saat itu sedang meraba IF. "Saya bilang sama dia, dari tadi saya sudah lihat tangan kamu pegang bokong anak ini," ujar Darmanis, menuturkan kembali.
Korban, saat itu hanya bisa diam dan mengeluarkan keringat dingin karena ketakutan. "Dia bilang, dari tadi bapak ini pegang bokong saya terus," kata Darmanis, menirukan korban.
Korban IF, pada saat itu mengaku sudah merasa ada perlakuan tidak senonoh. Namun dia memilih diam. "Saya takut, badannya besar," kata IF dengan muka ditutup kerudung.
Melihat adanya kegaduhan, petugas bus langsung menghampiri korban dan saksi. Petugas kemudian menurunkan semua penumpang dan memindahkan ke bus lain agar pelaku tidak kabur. Pelaku, saksi, dan korban, langsung dibawa ke Mapolsek Jatinegara untuk memberi keterangan. Kini tersangka diamankan di Mapolsek.
Meskipun sudah dilakukan berbagai cara antisipasi, pelecehan seks di bus Transjakarta kerap terjadi. Sudah banyak korban pelecehan seks di moda angkutan massal yang diluncurkan saat masa pemerintah Gubernur Sutiyoso. Misalnya kasus pelecehan yang menimpa dua perempuan, masing-masing berinisial DW (22 tahun) serta NN (23 tahun), pada Senin, 2 Agustus 2010. Mereka adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Universitas Trisakti.
Pelakunya adalah DA, seorang PNS di Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pelecehan dilakukan saat bus Transjakarta melaju dari Cempaka Putih menuju Harmoni. Sebelumnya, pelecehan seksual juga menimpa mahasiswi, TS, 19 tahun, Selasa 13 Juli 2010 pukul 09.30 WIB. Pelakunya Noor Adhim, 39 tahun, warga Kudus, Jawa Tengah. Kasus terjadi ketika TS menumpang Transjakarta jurusan Pulogadung-Harmoni yang sedang padat penumpang.
Kasus perbuatan tidak senonoh juga menimpa DN, 33 tahun, Senin 5 Juli 2010 pukul 21.44 WIB. Pelakunya Pitoyo, 59 tahun, warga Perumahan Griya Bukit Jaya Blok F, Gunung Putri, Bogor. Kasus itu terjadi ketika DN menumpang bus Transjakarta koridor 1 jurusan Kota – Blok M.Kasus serupa juga terjadi pada Sabtu 5 Juni 2010. Saat itu, korban bernama Foni, 31 tahun, dilecehkan Anton Susanto, 32 tahun, pada waktu hendak naik bus Transjakarta.
Diduga Stres, Ibu Bunuh Anaknya

Jakarta - Ketika banyak wanita menginginkan hadirnya buah hati, seorang ibu di Matraman, Jakarta Timur, justru tega membunuh darah dagingnya yang masih berusia dua setengah tahun karena stres,
Kini, Bahri, ayah dari Putra Radit Hariza hanya bisa menangisi kematian anaknya. Radit tewas kehabisan napas karena dibekap ibunya hingga tewas. Aksi kejam sang ibu terhadap anak keduanya itu dilakukan di dalam rumah mereka di RT-10 RW-8, Kelapa Tinggi, Utan Kayu Selatan, Matraman.
Radit yang terbujur lemas tadinya sempat dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun, nyawa balita malang itu tidak tertolong lagi. Motif pembunuhan sendiri diduga karena sang ibu bernama Handayani stres.
Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan Handayani ke kantor polisi. Bahkan, sebuah bantal yang diduga digunakan untuk membekap mulut sang anak disita sebagai barang bukti.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
Suporter dan simpatisan Persipura akan menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor PSSI di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta...
-
• Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.Bawalah semua alat tulis yang anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, an...
-
1. Pilih Waktu Belajar yang Tepat Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya wakt...
-
Dalam melakukan perhitungan, seringkali ditemukan adanya beberapa pilihan yang harus ditentukan. Sebagai contoh, dari nilai mahasiswa akan ...
-
Kabar bahwa Google sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya sudah lama bergema. Hal ini kembali terbukti, menurut laporan terbaru dar...
-
Panduan cara chatting melalui yahoo messenger pada komputer atau laptop berikut ini adalah bagi kamu yang benar-benar pemula. Untuk bisa cha...
-
Manusia merupakan salah satu faktor yang paling sering dimanipulasi," ujar Fransiskus Andi Indramojo, Technical Consultant Symantec In...
-
Jakarta - Di ponsel Windows Phone 8 terbarunya, Nokia menjagokan berbagai fitur anyar, salah satunya adalah fitur Optical Image Stabilizati...
